Medan, (Analisa). Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon MSc mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Sumut ke DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, Jumat (1/5) sore. Saat menyerahkan berkas pendaftaran, mantan Wakasad itu didampingi istri, Elisabeth Ratnasari Br Sagala.
Akui Salah, Gatot Kecewakan Pemkab Humbahas
Sumutdaily.com|Medan. Permasalahan penetapan terbaik I penyelenggaraan pemerintah daerah (pemda) se-Sumut antara Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Serdang Bedagai (Sergai) berakhir. Pada kesempatan yang ada, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menganulir sendiri keputusannya yang sebelumnya menetapkan Humbahas di peringkat I. Akhirnya, Gatot merevisi keputusannya dan menetapkan Sergai di peringkat I, sedangkan Humbahas harus rela menjadi terbaik II. “Peringkat pertama penyelenggaraan pemerintahan daerah terbaik di Sumut adalah Sergai,” ujar Gatot, di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (4/5). Continue reading
JENDERAL-JENDERAL BESAR TANAH BATAK
- Jenderal Besar TNI (Purn.) Abdul Harris Nasution *****
Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Harris Nasution (lahir diKotanopan , Sumatera Utara , 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta , 6 September 2000 pada umur 81 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September , namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution .
Sebagai seorang tokoh militer, Nasution sangat dikenal sebagai ahli perang gerilya . Pak Nas demikian sebutannya dikenal juga sebagai penggagas dwifungsi ABRI . Orde Baru yang ikut didirikannya (walaupun ia hanya sesaat saja berperan di dalamnya) telah menafsirkan konsep dwifungsi itu ke dalam peran ganda militer yang sangat represif dan eksesif. Selain konsep dwifungsi ABRI, ia juga dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya. Gagasan perang gerilya dituangkan dalam bukunya yang fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare. Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya itu menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point, Amerika Serikat. Continue reading
Cornel Simbolon Siap Maju di Pilgubsu
Klaim Didukung Partai Demokrat
Medan-ORBIT: Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjend TNI (Purn) Cornel Simbolon MSc yang dikenal sebagai Ketua Departemen Politik dan Keamanan DPP Partai Demokrat (PD) merasa terpanggil untuk ikut mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) pada Pemilihan Gubsu (Pilgubsu) periode 2013-2017 mendatang.
Kini Cornel Simbolon sedang melakukan sosialisasi ke berbagai daerah untuk menyampaikan program dan strategi yang bakal dipersiapkannya membangun Sumut 5 tahun ke depan.
“Jika masyarakat Sumut memberi kesempatan bagi saya untuk memimpin Sumut 5 tahun ke depan, saya siap ikut maju berkompetisi pada pesta demokrasi Pilgubsu 2013,” ujar Cornel Simbolon kepada wartawan, Jumat malam (27/4) di Hotel Tiara, Medan. Continue reading
PSMS Gagal Petik Poin Penuh di Balikpapan
BALIKPAPAN (EKSPOSNews): PSMS Medan gagal memetik poin penuh saat bertandang ke markas Persiba Balikpapan, Jumat (4/5) kemarin. Tim Ayam Kinantan keok dengan skor 1-3 dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia (ISL).
Kekalahan tidak mengubah posisi PSMS Medan di peringkat 13 klasemen dengan nilai 25 dari 23 laga yang telah dilalui. Sementara Persiba Balikpapan berhasil mengejar ketertinggalan untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan. Continue reading
Polres Simalungun Temukan Ladang Ganja
Simalungun Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun berhasil menemukan ladang ganja sekitar 2.000 meter persegi di Desa Sibuntuon, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (5/5/2012). Petugas juga mengamankan tiga tersangka yang diduga kuat sebagai pemilik dan pekerja. Continue reading
PASKAH IKKSU SE-JABOTABEK MINGGU 29 APRIL 2012
Panitia Ikatan Keluarga Katolik Sumatera Utara mengundang Bapak/Ibu/Saudara-i sekalian pada:

Hikayat Awal Mula,”MANIGE.”
Dahulu kala ada seorang gadis cantik jelita berambut panjang terurai, namun hidup miskin bersama orang tuanya di pinggiran hutan yang jauh dari onnan (pasar) . Pada mulanya hidup mereka tenang dan tentram, sampai suatu waktu datanglah seorang saudagar untuk menagih hutang pada keluarga petani miskin tersebut. Petani itu berjanji akan segera melunasi hutangnya pada hari onnan pekan depan. Saudagar itu pun tak bisa berbuat apa-apa, sebab tak ada harta yang bisa disita dari si petani. Dia marah dan mengancam akan menghabisi nyawanya jika tak segera lunasi hutangnya, barulah penagih hutang itu pergi. Mendengar ucapan dan amarah saudagar yang mengancam nyawa amongnya, gadis cantik belia putri pak tani sedih bukan kepalang. Tak tahu dia bagaimana cara menolong amongnya lunasi hutang tersebut. Continue reading
Saksikan Pentas Drama Sisingamangaraja XII di Jakarta
This slideshow requires JavaScript.
OPERA BATAK PAHLAWAN RAJA SISINGAMANGARAJA XII Latar belakang menggambarkan perkampungan Bakkara, terlihat dinding tebing Bakkara dan Danau Toba. “Dung mulak ahu sian partontangan di Butar, sai jonok ma di simalolonghu mudar na mabaor songon batang aek disi” Demikianlah petikan kegelisahan Raja Sisingamangaraja XII kepada Parsonduk Bolon sambil menantikan berita-berita peperangan dari Patuan Nagari, Raja Sijorat, Patuan Anggi dan utusan-utusan lainnya. Pertempuran telah terjadi di Butar – Silangkitang, Bahal Batu, bahkan pasukan Belanda semakin bertambah jumlahnya mendesak hingga ke Huta Ginjang. Pasukan meriam Belanda di bawah Kapten Hans Christoffel, yang menggantikan Letnan Spandow berhasil menghancurkan Huta Gurgur dan kini telah menjejakkan kaki di wilayah Balige. Raja Sisingamangaraja XII memanggil Raja Bius dan Datu Salenggam Banua untuk mengadakan ritual, memanjatkan doa, memohon kekuatan dan petunjuk kepada Ompung Debata Mulajadi Na Bolon sebab Bakkara tidak lagi dapat dipertahankan. Raja Sisingamangaraja XII mengatur siasat, dengan memulai strategi perlawanan baru, perang gerilya. Satu kelompok pasukan dari Bakkara menuju Pangururan (marluga, membawa sampan), menuju Hariara Pintu, sebagian lagi mengambil langkah memasuki Sigaol, Pasir Babana, hingga Onan Balige, lalu pasukan berikutnya menyisir ke Tarabunga, Dolok Tolong hingga Aek Sihail hail, Aek Bolon (kelak terdesak hingga perjalanan ke Aek Sibulbulon, hutan Si Onom Hudon, Pak Pak) Opung So Mahap Doli dan Opung So Mahap Boru, dua pengkhianat yang sering memberikan informasi kepada Raja Pangalintas, yang bekerja sama dengan pasukan Belanda bersembunyi di Hutan. Perasaan mereka selalu ketakuan dan was-was sebab telah lama dicari-cari oleh pejuang setia Raja Sisingamangaraja XII, Opung Jumorlang dan Sarbut Mataniari. Namun, nasib tak dapat dihindari, mereka berhasil ditemukan. “Molo babi dieme, sitongka pasombuon. Molo jolma parjehe (pengkhianat), na ingkon do bunuon” tegas Sarbut mataniari. Opung So Mahap Doli meminta belas kasihan namun permohonan diabaikan, pengkhianat tetaplah pengkhianat. Pada saat yang lain, di Kantor Kompeni, Balige, Kapten Hans Christoper memerintahkan kepada Raja Pangalintas dan Angin (keduanya pengkhianat yang mendapat kekayaan berlimpah dari Belanda) untuk membujuk para tawanan agar memberitahukan keberadaan Raja Sisingamangaraja XII. Tawanan yang tak pernah berhasil dibujuk antara lain, Raja Sijorat, Opung Jumorlang, Sarbut Mataniari, Raja Bius. Sedangkan, Jehe takluk di atas todongan senapan. Sementara itu, pasukan Raja Sisingamaraja XII terus terdesak dalam gerilya dan pengungsian hingga ke Aek Sibulbulon, hutan Si Onom Hudon, Pak Pak. Serbuan Belanda terus-menerus menggempur kampung demi kampung. Kompeni Belanda menyisir hutan dengan mendatangkan Hamisi, seorang marsose asal Ambon yang memiliki keahlian khusus melacak jejak. Dalam rombongan pengungsian, tanpa sengaja Boru Lopian meninggalkan pakaian yang menjadi petunjuk awal keberadaan Raja Sisimangaraja XII. Kapten Hans Christoffel segera melakukan siasat pengepungan. Tragedi besar penangkapan Raja Batak selesai dengan pengepungan hutan dan menghujamnya peluru Hamisi ke tubuh Raja Sisimangaraja XII. Patuan Nagari dan Patuan Anggi ikut gugur dalam pertempuran tersebut. Setelah memeluk puteri kesayangannya, Si Boru Lopian. Perjuangan berakhir ditandai dengan satu ucapan lantang di tengah tengah pasukan Belanda , “Ahu Sisimangaraja”. Aku tak kan gentar atau lari dari jalan hidupku, membebaskan Tanah Batak dari cengkeraman kekuasaan dan perbudakan kompeni Belanda. By : Sultan Saragih (sutradara)
Pasukan Raja Sisingamaraja XII terus terdesak dalam gerilya dan pengungsian hingga ke Aek Sibulbulon, hutan Si Onom Hudon, Pak Pak. Serbuan Belanda terus-menerus menggempur kampung demi kampung. Kompeni Belanda menyisir hutan dengan mendatangkan Hamisi, seorang marsose asal Ambon yang memiliki keahlian khusus melacak jejak. Dukung terus Opera Batak Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Gedung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki 6 & 7 Juli 2012.
Harga Tiket:
VVIP = Rp 1.200.000
VIP = Rp 900.000
Gold = Rp 500.000
Silver = Rp 200.000
Pemesanan dapat dilakukan kepada panitia:
Cornel Ginting : 081808582374
email/YM: cornelius_ginting@yahoo.co.id
gtalk: cornelginting@gmail.com
Alber Manurung : 081318219897
Frans Lakaseru : 0817897608
Pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun transfer.
Voucher akan diserahkan setelah dilakukan pembayaran.
Asal mula nama dolok sanggul
http://hariansib.
Dolok Sanggul sanggul adalah ibukota dari sebuah kabupaten yg ada di Sumatera Utara, yang berada diatas bukit barisan, hawa yang begitu dingin membuat kota ini bagaikan kota2 yg ada saljunya, yang membuat kita ngalian (kata orang setempat). Continue reading
Dinas Perindagkop Latih Pembuatan Keripik dan Dodol Dari Salak di Pakkat
DOLOKSANGGUL (EKSPOSnews): Sebelumnya, dinas perindustrian perdagangan dan koperasi (Perindakop) di workshop Jln Merdeka kota Dolok Sanggul sudah melakukan pelatihan terhadap masyarat yang memiliki kelompok dalam mengembankan usaha cara pembuatan makanan. Kali ini, selama dua hari mulai tanggal, 6 sampai 7 Desember 2011 dinas perindustrian perdagangan dan koperasi kembali buat pelatihan untuk pembuatan keripik dan dodol dari buah salak kepada masyarakat Desa Haoagung Kecamatan Pakkat. Continue reading
Oknum Dokter RSUD Doloksanggul Empat Bulan Tak Masuk Kerja
DOLOKSANGGUL (EKSPOSnews): Inilah kalau tidak ada perhatian selaku penyidik pegawai negeri sipil di, Pemerintahaan Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas). Ada seorang oknum dokter yang bertugas di satuan medis, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolok Sanggul sudah 4 bulan tidak melakukan aktifitas medisnya kepada masyarakat alias tidak bekerja.
Continue reading
10 Rumah Warga di Sibolga Musnah Terbakar
Kopi Luwak Doloksanggul Humbahas Dilirik Masyarakat Malaysia
Tanpa kita ketahui memang hasil sumber daya alam mulai dari pertanian maupun perkebunan ternyata bisa dilirik oleh masyarakat luar. Baru-baru ini, Negara Malaysia dalam pameran, The 12th Malaysia International food and Beverage Trade Fair (makanan dan minuman) selama tiga hari sejak tanggal, 13 sampai 15 Juli kemarin di, Putra World Trade Centre (PTWC) Kuala Lumpur Malaysia yang diikuti 25 negara salah satunya, negara Indonesia. Continue reading
RSUD Dolok Sanggul Terima 1062 Buku Dari Perpustakaan Sumut
DOLOKSANGGUL (Harian Sib Online,): Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyumbangkan buku sebanyak 106 exlampar kepada RSU Daerah Doloksanggul KabupatenHumbahas. Juga diterima 1 unit lemari buku, 1 unit meja baca dan 4 unit kursi baca. Continue reading
Liburan Terakhir, Ribuan Warga Serbu Danau Toba
Wakil Bupati Humbang Hasundutan Buka Muscab ke-2 Gerakan Pramuka se-Humbang Hasundutan
http://www.humbanghasundutankab.go.id/
Pemkab Humbang Hasundutan membuka secara resmi pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-2 Gerakan Pramuka se- Humbang Hasundutan. Muscab ke-2 Gerakan Pramuka ini dihadiri Kapolres AKBP Surya Sofian Hadi, SH, anggota DPRD Irwan Simamora, Chandra Mahulae, Hendri Sihombing dan sejumlah Kapolsek serta Pimpinan SKPD Pemkab Humbang Hasundutan. Continue reading
Kerugian Gempa Taput Rp 7 Miliar
Continue reading
Panda Nababan Divonis 17 Bulan Penjara
Continue reading
Sampah dari Kota Pakkat dibuang di Desa Purba Baringin
Sampah Kota Pakkat dibuang di Desa Purba Baringin, tepatnya di jalan antar Jagapayung dan Sitinjak. Tak ada informasi yang pasti mengenai TPA ini. Menurut informasi dari masyarakat, tujuan pembuangan ini adalah sekaligus untuk mimbun lokasi sehingga suatu saat menjadi rata, dan bisa dijadikan pemukiman.
